Jangan terlalu bangga jika pacarmu mengatakan cinta, karena perasaan manusia itu layaknya sebuah musim berganti-ganti.
Setiap awal pasti ada akhir, setiap masalah pasti ada solusi. Jangan menyerah, percaya diri. Yakinlah bahagia menantimu.
Jadikan masalahmu sebagai batu loncatan untuk meniti kehidupan yang lebih baik agar menjadi pribadi yang lebih hebat dan lebih sabar.
Tugas manusia adalah berusaha, hasil akhir tentu ditangan Tuhan. So jangan pernah berhenti berusaha.
Belajar untuk disiplin, maka hidupmu akan terus sehat karena pola hidup yang teratur
Jatuh cinta itu sangat sederhana, tapi jatuh karena cinta itu sungguh mengerikan
Cinta yang tulus akan selalu memiliki alasan untuk mempertahankan meskipun sedang diuji dalam cobaan yang bisa saja memisahkan
kebahagiaan akan kehilangan makna jika tidak diimbangi dengan rasa kesedihan.
Jangan lemah, jangan menyerah hanya karena putus cinta. Ada banyak bisa kau torehkan di masa depan. Ayo move on!
Semangat pagi sahabat hatiku, selamat beraktifitas. Hari ini indah, esok juga indah :)
Jangan pernah sia-siain kepercayaan orang terhadap kamu karena sulit mengembalikannya
Jangan pernah lari dari masalah, karena masalah akan selalu mengikutimu. Hadapilah, karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yg lebih kuat
Terima kekuranganmu dan kembangkan kelebihanmu, maka kamu akan jadi orang hebat
Kamu harus mencintai dirimu sebelum mencintai orang lain. Kamu harus peduli pada dirimu sebelum peduli pada orang lain
Semangat pagi sahabat hatiku, selamat hari sumpah Pemuda. Ayo buktikan kita bisa jadi lebih baik!
Kejujuran sesungguhnya bukan terletak di mulut tetapi di hatimu. Cukup rasakan dan ikuti, maka kebahagiaan disana akan menanti.
Tuhan punya rencana dibalik jatuhnya dirimu dalam kegagalan. Bangun! Ada hal indah dibalik kegagalanmu itu.
Semua bisa menjadi motivasi dalam hidup kita. Bukan hanya kata-kata yang dikeluarkan, tapi juga keadaan
Tulusnya cinta, meski tak lagi bersama, kadang rasa benci hadir dalam dada, kamu tetap tak pernah melewatkan seharipun tanpa merindukannya
Semangat pagi sahabat hatiku, selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta
Mengalahkan orang lain, kau akan memenangkan pertandingan. Mengalahkan diri sendiri, kau akan menaklukan dunia
Cinta yang dewasa tau kapan dia harus cemburu, kapan dia harus nunjukin rasa marah, dan kapan dia harus benar-benar sayang
Ingatlah, jika kita susah, ada yang lebih susah dari kita, jika kita miskin, ada yang lebih miskin dari kita. bersyukurlah atas apa yang ada
jika salah perbaiki, jika gagal, coba lagi. tapi jika kamu menyerah semuanya selesai.
terkadang "DIAM" adalah pilihan terbaik saat hati dan lidah lelah untuk berkata
Sekarang, berhentilah mencari alasan kenapa kamu gagal, mulailah mencari jawaban bagaimana caranya agar bisa sukses.
Hidup hanya sekali, berusahalah untuk mencapai kemakmuran hidupmu sebelum kamu berpulang
Selamat pagi sahabat hatiku, tetap semangat di hari Jum'at yang dahsyat
Terima kekuranganmu dan kembangkan kelebihanmu, maka kamu akan jadi orang hebat
Cinta ga boleh dipaksakan. Jika memang sudah diujung tanduk, relakanlah, sembuhkan hatimu dahulu untuk mencari yang lebih baik
kebahagiaan akan kehilangan makna jika tidak diimbangi dengan rasa kesedihan
Keberuntungan bukanlah suatu keajaiban, keberuntungan datang untuk mereka yang mau berusaha
Semangat pagi sahabat hatiku, semoga hari ini senantiasa sehat dan sukses :D
Apapun yang akan kamu kerjakan, sertai dengan doa. Maka kamu akan melihat hasil yang tak terduga
Semua orang layak sukses,asalkan tahu caranya menjadi orang sukses
Tak ada yang abadi. Jangan sia-siakan orang yang sedang berada didekatmu
Doaku hari ini : Tuhan aku berdoa untuk org yg aku sayang, tidak banyak yg ku pinta,aku hanya meminta Engkau menjaga & melindungi dia, amin.
Hidup ini jangan ribet, jangan serba dipersulit dan didramatisir, jangan sibuk mengurus yang bukan urusanmu agar hatimu bahagia
Selamat pagi sahabat hatiku, ingat sarapan sebelum beraktifitas. Tetap semangat :)
Bahagia bukan berarti memiliki segalanya. Bahagia berarti tidak membandingkan milik kita dengan milik orang lain.
Cinta bukan bertahan seberapa lama, tapi seberapa jelas ke arah mana
Lakukan lebih banyak, lakukan lebih baik, lakukan lebih cepat dan tuntaskan lebih rapi
Milikilah selalu sifat rendah hati
Gunakan syukur ketika kamu dicintai, dan gunakan sabar ketika kamu dibenci. Jangan ada sesal, jangan ada sebal
Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita
Do'aku pagi ini: Ya Tuhan, beri kesehatan untuk orang-orang yang berjuang dan bekerja karena rasa cinta kepada keluarganya
Tetaplah bersyukur ditengah kekuranganmu agak kemuliaan hati selalu bersamamu
Keberhasilan datang kepada orang-orang yang menghargai waktu, teratur, fokus, menyelesaikan pekerjaan satu demi satu dengan keyakinan
Cinta adalah motivasi terbesar dalam hidup ini, untuk itu cintai hidup Anda dengan menjadi orang baik yang bermanfaat
Mereka yang menyambut tantangan adalah mereka yang memberikan ruang pada impian untuk menjadi kenyataan.
Jika landasan pernikahan adalah karena SEX, maka pasangan rajin bertengkar jika pelayanan di kamar tidur tidak memuaskan.
Ketika Tuhan menggambil sesuatu dari genggamanmu sebenarnya Tuhan tidak menghukummu,Tuhan hanya ingin menggantikannya dengan yg lebih baik
Selamat pagi sahabat hatiku. Happy Monday, selamat berjuang untuk orang-orang yang kamu cintai :)
Jangan takut mencintai karna kamu pernah kecewa. Rasa sakit membuatmu lebih Dewasa. Maafkan, ambil hikmah dari itu dan kembali melangkah.
Dalam kondisi tertentu, diam akan menunjukkan betapa dewasanya dirimu
kehidupan sederhana
Kamis, 22 Januari 2015
motifasi buat orang galau
Rabu, 21 Januari 2015
Handphone bagi Kehidupan Remaja
|
Remaja dan HandphoneKehadiran telepon seluler (ponsel) atau Handphone telah merubah kehidupan manusia. Jarak selama ini dituding menjadi biang keladi kesulitan itu, tidak kuasa lagi menghalangi. Sebagian besar remaja zaman sekarang merasa dirinya sangat tergantung pada Handphone. Menurutnya, kehadiran ponsel sangat membantu kemudahan hidup, komunikasi. Tujuan kemudahan hidup itu pula yang memaksa dirinya memutuskan menggunakan ponsel beberapa tahun silam. Alasannya biar bisa berkomunikasi dengan mudah. Sebagian besar para remaja mengatakan bahwa tujuan utama menggunakan ponsel adalah, “Sebagai alat komunikasi dan sebagai penyambung silaturahmi, sebagai hiburan, dan tidak menutup kemungkinan sebagai alat tambahan membantu dalam kelancaran berbisnis.” Tak bisa dipungkiri lagi, bagi mereka yang hidup di perkotaan, di dunia modern yang menuntut segala sesuatunya serba cepat dan mudah, memiliki ponsel se¬perti sebuah keniscayaan. Celah ini tentu menjadi peluang besar para perusahaan komunikasi untuk merauk keuntungan. Mereka berlomba-lomba mengembangkan teknologi yang telah ada guna melahirkan produk-produk baru yang bakal mengisi pasar. Melalui inovasi-inovasi, mereka memaksa insan-insan perkotaan menambah kebutuhan hidupnya. Perkembangan teknologi tentu tidak mungkin mencapai kata sempurna dalam arti sesungguhnya. Oleh karena itu, tidak ada satu teknologi pun yang dikembangkan telah mencapai fase final. Inovasi-inovasi dan penemuan-penemuan berikutnya tetap mengikuti sebuah pencapaian yang telah ada. Proses pun terus berlanjut, mengikuti hasrat, nafsu, dan kebutuhan manusia. Satu hal yang tidak dapat dihindari adalah teknologi pasti menghadirkan efek samping yang memengaruhi kehidupan manusia. Sekecil apa pun, teknologi pasti memiliki sifat “memaksa”, membuat manusia menjadi tergantung padanya. Ketergantungan Terhadap HandphoneBeberapa orang mengaku ketergantungannya pada ponsel telah mencapai taraf yang tinggi. Kendati demikian, sifat “memaksa” itu sangat relatif, tentunya. Di tempat-tempat yang jauh dari hingar-bingar perkotaan yang dibalut kemajuan teknologi, mungkin saja masyarakatnya masih belum mampu memba¬yangkan wujud ponsel. Kemajuan peradaban manusia yang beriring dengan berkembangnya kebutuhan hidup, telah memaksanya kehadiran ponsel. Kehadirannya telah mengubah pola hidup manusia. Ponsel menjadi pemeran penting yang membentuk gaya hidup seseorang dan juga masyarakat. Kata orang pintar, inilah kemajuan zaman. Suka atau tidak kehadirannya tak dapat dielakkan. Dampak Positif dan Negatif HandphoneKemajuan teknologi ponsel yang sangat pesat menimbulkan dampak positif dan negative bagi para penggunanya, khususnya para remaja. Dampak Positif :
Dampak Negatif :
|
HARI IED : maut memaksanya menanggalkan pakaian baru ITU
..
Hari-hari sepuluh terakhir bulan Ramadhan mulai berakhir. Ied tinggal satu atau dua jengkal lagi.
Aku tidak tahu kemana kami akan pergi sementara aku sedang menunggu teman masa kecilku. Akan tetapi sebagaimana sudah menjadi kebiasaan, sebagian besar waktu kami pada malam hari kami habiskan untuk keliling ke pasar-pasar, tempat-tempat ramai dan jalan-jalan…
Ketika aku sudah duduk di bangku mobil di samping Abdurrahman, ia bertanya kepadaku: “Apa engkau telah mempersiapkan baju baru? Hari Ied akan datang menjelang.” Aku menjawab: “Belum.” “Bagaimana pendapatmu kalau kita pergi ke tukang jahit sekarang?” tanyanya. Aku menggeleng-gelengkan kepala merasa heran. Aku bertanya kepadanya: “Tinggal tiga atau empat hari lagi sudah Ied, di mana kita bisa mendapatkan tukang jahit yang dapat berlomba dengan kedatangan Ied dan menyingkat waktu?” Keheranan dan keterkejutanku sama sekali tidak menarik perhatiannya.
Ia membawa mobilnya dengan kencang hingga tiba di depan penjahit yang sudah dikenalnya sejak lama. Ia berkata kepada penjahit itu: “Kami ingin bergembira di hari Ied dan kami ingin memakai pakaian baru!!” Lelaki itu tertawa dan menjawab sambil mengangkat bahunya, “Berapa hari lagi akan datang Ied, kenapa tidak datang lebih awal?”
Abdurrahman menjawab sambil mengibaskan tangannya penuh arti: “Akan kami tambah ongkosnya. Yang penting, lusa harus sudah selesai..!!” Ia mengulangi lagi perjanjian itu: “Pokoknya lusa.”
Aku melihat tampaknya orang itu keberatan menerimanya. Tetapi temanku itu langsung membayar sebagian ongkosnya dan terus mengulang-ulang: “Lusa harus selesai. Jangan lupa.”
Hingga mendekati waktu fajar, kami terus bersenang-senang, lupa dan lalai. Satu malam suntukpun berlalu, tanpa berdzikir kepada Allah walau hanya sekali, padahal bisa jadi malam itu adalah malam Lailatul Qadar..
Hidup tanpa rasa dan kebahagiaan tanpa aroma… Kami melalui segala pintu maksiat, menyingkap semua tabirnya. Kami menyangka bahwa semua itu tidak akan dihisab; selalu tampak bergembira dan bersenang-senang. Tawa ria memenuhi tempat itu. Namun dalam hati terdapat kedukaan dan kesedihan. Sementara jiwaku terbang berputar-putar oleh kesenduan dan kesuraman..
Kami berpisah sebelum fajar menyingsing, setelah sebelumnya kami begadang dan berhura-hura, bertemu dan berkumpul dalam kemaksiatan dan dosa. Kami tidur lama sekali, dari mulai Fajar hingga datang waktu Ashar. Puasa, tetapi tidak shalat, dan kalaupun shalat, tanpa menghadirkan hati…
Satu jam berpuasa kala sudah terbangun dari tidur untuk menunggu Maghrib saja terasa berhari-hari. Aku mengisinya dengan bermain-main telepon, atau membaca koran dan majalah…
Aku menanti datangnya adzan Maghrib sambil mengobrol dengan salah seorang temanku melalui pesawat telepon. Namun suaranya berubah: “Apakah engkau belum mendengar, bahwa Abdurrahman jatuh sakit?” “Belum.” jawabku. “Kemarin sore ia masih sehat wal afiat.” “Sekarang ia betul-betul sakit.” katanya lagi..
Pembicaraanpun terputus. Hal itu tidak berarti apa-apa bagiku, selain kabar yang menurutku tidak benar. Muadzin mengumandangkan suaranya untuk shalat Isya. Tiba-tiba suara telepon memanggilku. Ternyata kakak Abdurrahman yang terbesar. Aku bertanya kepada diriku sendiri: “Apa yang diinginkan? Apakah ia akan menanyakan aku tentang apa yang kuperbuat bersama Abdurrahman di malam itu? Atau ada orang yang memberitahukan kesalahan dan kekeliruan kami?
Tetapi yang terdengar adalah suaranya yang terdengar resah dan terengah-engah. Ucapannya terputus-putus. Ia memberitahukan kepadaku, bahwa Abdurrahman sudah meninggal dunia..
Aku terbungkam, tidak percaya sama sekali. Aku seolah-olah masih melihatnya di hadapanku. Suaranya masih terngiang di telingaku. Bagaimana ia bisa meninggal dunia?
Ketika pulang ke rumah, mobilnya bertabrakan dengan mobil lain, kemudian ia diangkut ke rumah sakit dan ruhnya melayang pada Zhuhur hari ini.
Telingaku seolah-olah tidak mempercayai apa yang kudengar. Aku seolah-olah masih melihatnya di hadapanku. Iya, di hadapanku. Bahkan hari ini kami punya janji untuk pergi ke pasar anu. Bahkan besok, janjinya pakaian kami sudah akan selesai dijahit..
Akan tetapi suaranya menyadarkan diriku dari ketidaksadaran, menghilangkan kealpaan yang menutupi pandanganku: “Besok Zhuhur kami akan menyalatkannya. Beritahu teman-temanmu!!”
Pembicaraanpun terputus… Aku akhirnya yakin bahwa kejadian itu memang nyata, bukan main-main. Hari-hari Abdurrahman memang sudah berakhir. Aku pun percaya bahwa kejadian itu benar adanya dan bahwa kematian itu memang benar adanya, dan bahwa pertemuan kami nanti adalah di alam kubur, bukan di penjahit!! Ia sudah dikenakan kain kafan, tidak sempat lagi memakai baju baru lebaran!!
Malam itu aku tidak bisa tidur. Pikiranku sungguh kacau, kepalaku juga terasa pusing. Aku memutuskan untuk pergi ke rumah Abdurrahman untuk menyelidiki masalahnya dan memperjelas berita yang menyakitkan itu…
Ketika aku mengendarai mobil, tiba-tiba dalam tape recorder kutemukan kaset lagu. Aku segera mengeluarkannya. Terdengarlah suara Imam Al-Haram dari radio membuat semerbak tempat itu dengan kekhusyuan dan kemerduan suaranya. Seluruh anggota tubuhku mendengarkannya. Pendengaranku tunduk, seolah-olah dunia sudah terbalik dan hari Kiamat sudah datang. Manusia sudah berubah. Aku meminggirkan mobilku dan mendengarkannya, sekali lagi mendengarkannya. Seolah-olah baru pertama kali ini aku mendengarkan Al-Qur’an. Ketika mulai doa qunut, seolah-olah air mataku berderai lebih cepat dari suara Imam. Aku mengangkat tanganku untuk mengusap air mata. Sementara hatiku terus mengulang-ulang pantulan kalimat-kalimat itu. Kilatan cita-cita membias di belakang air mata tersebut.
Aku memaklumkan taubatku yang tulus. Aku mulai bersahabat dengan orang-orang baik dan teman-teman yang shalih… Orang yang selama ini kubenci, menjadi orang yang paling kucintai. Orang yang selama ini aku ejek, sekarang menjadi orang yang paling tinggi derajatnya di hadapan mataku. Orang yang selama ini kuhina, menjadi orang yang paling mulia di sisiku. Dahulu aku sudah berada di pinggiran jurang Neraka. Aku mulai melongok kebahagiaan yang selama ini tidak kukenal. Hatiku terasa lapang, sementara mataku membayangkan ketenangan, kewibawaan dan keteguhan…
Aku datang dengan tiba-tiba ke tukang jahit itu dan langsung menanyakan pakaian baruku. Ia balik bertanya tentang Abdurrahman. Aku katakan bahwa ia sudah meninggal dunia. Ia mengulangi nama yang ditanyakan tadi. Kembali kujawab: “Sudah meninggal dunia.” Ia mulai menggambarkan kepadaku bentuk orang yang ditanyakan itu, mobilnya dan gaya bicaranya. Tetap kujawab: “Iya dia yang sudah meninggal dunia.” Ketika ia memperlihatkan kepadaku pakaian baruku, kembali ia bertanya: “Apakah betul-betul ia sudah meninggal dunia?”
Pakaianku berada di samping pakaiannya. Tempat dudukku di mobil juga di sebelah tempat duduknya. Namun bedanya, ia sudah tiada sementara aku masih memiliki sisa umur yang mudah-mudahan bisa kugunakan untuk mengejaq ketinggalanku selama ini..
Aku memuji Allah atas taubat ini, atas kembalinya aku dan atas perbedaanku kini. Namun masih ada saudaraku nun jauh di sana, kedua matanya masih tertutupi, hatinya masih ternodai debu kemaksiatan dan dosa. Apakah aku membiarkannya? Aku menyingsingkan lengan bajuku: “Tak akan kubiarkan.”
Di hadapannya api Neraka dan ancaman siksa, berbagai kesulitan dan hal-hal yang menakutkan…
Aku tidak akan membiarkannya, karena Allah telah memberiku petunjuk. Masih ada buku, masih ada kaset. Antara aku dengan dia, masih ada nasihat yang tulus…
ceritaku hari ini
sebuah kehidupan yang gak kita sangka
belum kita merasa di minta pertolongan kita sudah beribu alsan ,tetapi di sisi lain kita tidak boleh memandang yang kita tolong, walau pun kita sering melanggar peraturan yang ada ,kita harus bisa sadar sebelum kita di sadarkan oleh orang lain
#buat diri sendiri dan orang lain
sebuah kehidupan yang gak kita sangka
belum kita merasa di minta pertolongan kita sudah beribu alsan ,tetapi di sisi lain kita tidak boleh memandang yang kita tolong, walau pun kita sering melanggar peraturan yang ada ,kita harus bisa sadar sebelum kita di sadarkan oleh orang lain
#buat diri sendiri dan orang lain
Langganan:
Postingan (Atom)



